Banda Aceh , Vokalaceh.co – Neldi Isnayanto membantah keras dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi asal Kabupaten Nagan Raya. Ia menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah dan sarat rekayasa yang merugikan dirinya, keluarga, serta lembaga tempat ia bekerja di Provinsi Aceh.
Neidi mengungkapkan bahwa dirinya telah dilaporkan ke Polda Aceh dan sudah memenuhi panggilan untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut. Ia menegaskan, informasi yang disampaikan oleh pihak keluarga mahasiswi tidak sesuai fakta dan mengandung unsur rekayasa politik.
“Saya akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan keluarga dan atasan untuk mempertimbangkan langkah hukum, termasuk kemungkinan melaporkan balik atas pencemaran nama baik,” ujar Neidi.
Terkait kronologi kejadian, Neidi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam pergantian hari dari Minggu ke Senin, 2 Februari 2026. Saat itu, ia melakukan perjalanan dari Jeuram menuju Banda Aceh dengan menggunakan mobil umum jenis Hiace dan berada dalam satu kendaraan dengan mahasiswi yang bersangkutan.
“Saya hanya menawarkan minum karena berasal dari daerah yang sama. Memang ada tepukan di bahu, namun tidak seperti yang dituduhkan,” jelasnya.
Neidi juga mempertanyakan tuduhan pelecehan tersebut dengan alasan logika dan situasi di dalam kendaraan. Menurutnya, posisi duduk antara dirinya dan mahasiswi itu berjauhan serta mobil dalam kondisi penuh penumpang.
“Mahasiswi itu duduk di bangku nomor 6, sementara saya di bangku nomor 10, dengan penumpang lain di samping. Mobil penuh. Secara logika, bagaimana mungkin terjadi pelecehan? Coba berpikir secara sehat,” katanya.
Ia mengaku sangat menyesalkan sikap keluarga mahasiswi yang telah menuduhnya melakukan perbuatan yang menurutnya sama sekali tidak pernah terjadi.
“Saya heran, mengapa hal yang tidak saya lakukan justru diviralkan,” pungkas Neidi. (*)


COMMENTS