HomeDaerah

Safriadi Oyon Minta PGRI Jadi Motor Transformasi Pendidikan di Aceh Singkil

Safriadi Oyon Minta PGRI Jadi Motor Transformasi Pendidikan di Aceh Singkil

APBK 2026 Tersendat, DPRK Aceh Singkil Ultimatum Penyerahan Revisi KUA–PPAS‎
Satpol PP–WH Razia Khamar di Simpang Kanan dan Danau Paris, Dua Lokasi Diberi Pembinaan
Tukang Las Dibacok di Aceh Singkil, Pelaku Diduga Kabur Usai Serang Korban Saat Tidur ‎
Spread the love

Aceh Singkil – Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di daerah, seiring tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Pesan itu disampaikan saat pelantikan Pengurus PGRI Kabupaten Aceh Singkil periode 2024–2029, Pengurus Perempuan PGRI, serta pengukuhan Ibunda Guru Kabupaten Aceh Singkil.

Menurut Safriadi, amanah yang diemban pengurus baru bukan sekadar tanggung jawab organisasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan profesionalisme guru di Aceh Singkil.

Ia menilai guru tidak lagi cukup berperan sebagai pengajar, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, serta membentuk peserta didik yang berkarakter dan berdaya saing.

“Transformasi pendidikan tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, organisasi profesi, dan masyarakat,” kata Safriadi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti peran Perempuan PGRI dan Ibunda Guru dalam memperkuat pendidikan karakter. Menurutnya, keterlibatan perempuan menjadi elemen penting dalam membangun lingkungan belajar yang lebih humanis sekaligus memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah.

Safriadi menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas daerah. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, pemerataan akses pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Ia menekankan bahwa setiap anak di Aceh Singkil harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa dibatasi kondisi ekonomi maupun letak geografis.

Safriadi berharap kepengurusan PGRI yang baru mampu menghadirkan organisasi yang lebih profesional dan responsif terhadap perubahan zaman. Ia juga mendorong PGRI mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan serta melahirkan berbagai inovasi pembelajaran di daerah.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: