Aceh Singkil — Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Singkil, Senin, 9 Maret 2026. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dugaan indikasi korupsi dalam pengadaan seragam sekolah yang bersumber dari dana bantuan bencana.
Koordinator aksi, Feri Aldi, mengatakan pemerintah pusat mengalokasikan dana bantuan bencana sekitar Rp4 miliar untuk Kabupaten Aceh Singkil. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,7 miliar disebut dialokasikan kepada Disdikbud Aceh Singkil untuk pengadaan seragam bagi siswa PAUD, SD, dan SMP yang terdampak banjir.
Menurut Feri, proses pengadaan seragam tersebut diduga tidak dilakukan secara transparan sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
“Pengadaan seragam ini kami duga tidak transparan dan perlu diselidiki,” kata Feri dalam orasinya.
Selain itu, koordinator lapangan aksi, Suryadi, juga menyinggung dugaan persoalan moral yang disebut melibatkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Aceh Singkil dengan seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berinisial R. Ia menilai isu tersebut mencoreng citra dunia pendidikan.
Dalam tuntutannya, massa mendesak Kejaksaan Negeri Aceh Singkil segera melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dalam pengadaan seragam tersebut. Mereka juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh mengaudit belanja seragam tahun anggaran 2025 yang diduga tidak sesuai spesifikasi.
Menanggapi tuntutan itu, Plt Kepala Disdikbud Aceh Singkil menyatakan pengadaan seragam dilakukan melalui sistem e-katalog sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Ia juga memastikan bahwa seragam yang tidak sesuai ukuran akan diganti oleh pihak penyedia.
“Kalau terkait dugaan korupsi, kita tunggu saja hasil pemeriksaan BPK,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada penggeledahan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan di kantor Disdikbud Aceh Singkil.
Usai aksi, Feri Aldi menyatakan pihaknya berencana melaporkan secara resmi dugaan kasus tersebut kepada Kejaksaan Negeri Aceh Singkil. (*)


COMMENTS